Siswa jadi paham hal-hal apa aja yang perlu dipikirin sebelum milih pendidikan dan karier. Dari situ, mereka bisa pilih pekerjaan yang sesuai sama minat dan kemampuan. Berikut video yang dapat diakses tentang gambaran kehidupan setelah lulus SMA.
Setelah memahami diri sendiri, mengenal lingkungan, dan menyesuaikan pilihan karier. Langkah selanjutnya adalah memulai aksi nyata untuk pemilihan karier kedepannya.
Dalam milih karier, kita nggak sendirian kok. Ada beberapa orang yang bisa bantu kita diskusiin rencana masa depan. Pertama, orang tua mereka yang paling ngerti kita karena udah ngeliat perkembangan kita dari kecil sampai sekarang. Mereka bisa dorong kita buat lebih kenal diri sendiri dan siap bantu kalau kita bingung. Kedua, guru BK di sekolah, mereka jadi pengganti orang tua yang ngerti sikap, perilaku, dan karakter kita. Jadi wajar kalau mereka juga bisa kasih arahan soal pilihan karier. Ketiga, teman sebaya kadang ngobrol sama temen malah bikin kita lebih gampang paham diri sendiri. Nah, tiga pihak ini bisa banget jadi support system biar kita lebih mantap nentuin pilihan karier dengan objektif.
Nyusun rencana karier itu bisa mulai dari bikin komitmen sama diri sendiri, terus ditulis biar jelas. Misalnya, bikin target kecil sehari-hari yang bisa bantu kamu sampai ke tujuan besar. Rencananya bisa dua macam: jangka pendek (tujuan kecil) dan jangka panjang (tujuan utama). Nah, jangan kebanyakan mikirin hal negatif atau takut sama masa depan, karena itu malah bikin stuck. Lebih baik luangin waktu secukupnya buat nyusun rencana, sambil mikirin juga hambatan yang mungkin muncul. Kalau bingung, bisa tanya orang yang lebih berpengalaman. Yang penting, selain mikirin hambatan, siapin juga solusi biar tetap bisa jalan terus.
Implementasi itu gampangnya artinya ngejalanin apa yang udah kita rencanain. Jadi, setiap langkah yang kita ambil harus sesuai sama rencana yang udah dibuat. Tapi, meskipun rencananya udah matang, kenyataannya bisa aja muncul hal-hal yang nggak kita prediksi. Kalau masalahnya sesuai sama yang udah kita pikirin sebelumnya, gampang, tinggal ikutin solusi yang udah disiapin. Tapi kalau muncul masalah baru yang belum kepikiran, kita harus bisa mikir kreatif dan cepet ambil tindakan biar tetap on track.
Walaupun evaluasi biasanya ada di tahap terakhir rencana karier, sebenernya evaluasi nggak harus nunggu semua rencana selesai dulu. Justru bagusnya evaluasi dilakukan terus, di setiap tahap atau fase. Soalnya, selalu aja ada hal-hal tak terduga yang bikin kita harus nyari solusi baru, dan itu perlu dievaluasi. Bahkan kalau nggak ada masalah besar pun, evaluasi tetap penting biar kita tahu arah yang kita ambil masih sesuai sama rencana awal dan nggak melenceng.
Referensi :
Saifuddin, A. (2018). Kematangan Karier: Teori dan Strategi Memilih Jurusan dan Merencanakan Karier. Pustaka Pelajar.
Apa pokok permasalahan dari video tersebut?
Bagaimana tokoh tersebut menyelesaikan masalahnya?
Apa saran yang dapat kamu berikan terkait masalah pada video tersebut?
Jika kamu mengalami permasalahan yang sama, apa yang akan kamu lakukan?
Apa pelajaran yang dapat kamu ambil dari video tersebut?
Siapa saja yang dapat diajak berdiskusi terkait pilihan karier di masa depan?
Apa saja rencana yang dapat disusun untuk pilihan karier di masa depan?
Apa saja langkah selanjutnya setelah menyusun rencana pilihan karier di masa depan?
Siswa dapat mengisi link evaluasi setelah layanan bimbingan klasikal berakhir.