Biar sukses di masa depan, siswa perlu kenal diri sendiri dulu seperti tau bakat dan minatnya apa. Setelah itu, enaknya ngobrol atau konsultasi sama orang lain supaya rencana ke depannya lebih jelas dan terarah. Berikut video yang bisa diakses tentang pentingnya potensi diri untuk siswa.
Salah satu tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam (Saifudin, 2018) setiap individu yang masuk kedalam kategori remaja untuk dapat memilih dan mempersiapkan karier masa depannya. Namun selama menjalani masa remaja, mereka mempertanyakan identitas dirinya. Pertanyaan "Siapa aku ? Apa aku ? Mau ke mana aku? Apa yang harus aku perbuat untuk karier masa depan?", seharusnya mampu di jawab dengan tepat. Oleh karena itu, materi ini akan membahas tentang mengenal diri, manfaat mengenal diri dan cara untuk mengenali diri.
Kunci buat ngembangin diri itu sebenarnya simpel: kenal dulu sama diri sendiri. Kalau kita udah ngerti siapa diri kita, kita jadi tahu mau ngapain dan apa tujuan hidup kita. Kita juga jadi sadar sama kemampuan, minat, bakat, plus kelebihan dan kekurangan kita. Dari situ, kita bisa mikir gimana cara pakai semua itu buat ngejar mimpi di masa depan.
Beberapa manfaat yang didapatkan dari mengenali diri, yaitu:
Dengan mengenal diri, kita mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Kemampuan mengenal kelebihan dan kelemahan diri adalah pondasi penting untuk mencapai kesuksesan karier di masa depan. seseorang yang mengetahui kelebihan diri, dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan menunjukkan potensinya. Sedangkan, dengan mengenali kelemahan diri, individu terdorong untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Mengenal potensi diri itu penting untuk menentukan masa depan karier individu. Jika seseorang mengetahui apa yang dikuasai dan apa yang dinikmati, maka dapat lebih mudah untuk menentukan keputusan mau kuliah di mana, jurusan apa, dan nanti mau kerja di bidang apa sehingga di masa depan dapat bekerja dengan lebih produktif dan bahagia.
Menerima kondisi diri itu artinya kamu paham betul apa kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam dirimu, lalu kamu menerima itu semua apa adanya, tanpa terus-terusan membandingkan diri sama orang lain atau merasa rendah diri. Kalau kamu tahu dan menerima kekuranganmu, kamu nggak akan memaksakan diri masuk ke bidang yang memang bukan kelebihanmu. kamu bisa memilih jalur karier yang lebih sesuai dengan dirimu.
Mengenali diri berarti memahami diri sendiri. Pemahaman diri merupakan langkah awal untuk melakukan perencanaan karier. Pemahaman diri meliputi pemahaman akan bakat, minat, sifat, nilai, serta keterampilan yang dimiliki.
Bakat merupakan kemampuan bawaan yang berupa potensi sehingga masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, 1987) serta tidak merujuk kepada bidang keahlian tertentu tetapi kepada potensi kecerdasan yang dimiliki individu (Gardner, 2010). Tipe potensi kecerdasan menurut Howard Gardner (2010):
1) Kecerdasan Visual Spasial (Spatial)
Kemampuan untuk membayangkan, mempertahankan, dan mengubah bentuk visual dari sebuah gambar. Individu dengan kecerdasan visual spasial memiliki imajinasi yang tidak terbatas, artistik, dan kreatif.
2) Kecerdasan Linguistik (Linguistic)
Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata secara efektif. Pada kemampuan ini termasuk menyimak menulis, membaca, serta berbicara. Individu dengan kecerdasan linguistik yang tinggi, sangat baik dalam kemampuannya untuk menuangkan perasaan dan pemikirannya dalam kata-kata yang mudah dipahami serta mampu meyakinkan orang lain.
3) Kecerdasan Logika Matematika (Logical Mathematical)
Kemampuan untuk melakukan perhitungan, pola, serta pemikiran logis dan ilmiah. Pada kemampuan ini termasuk melihat hubungan antara suatu hal dengan hal lain sehingga individu dengan kemampuan ini cenderung mudah dalam mengklasifikasikan serta melihat inti permasalahan.
4) Kecerdasan Kinestetik (Bodily Kinesthetic)
Kemampuan yang berkaitan dengan gerak tubuh untuk menunjukkan gagasan ataupun perasaan, meliputi kemampuan yang digunakan oleh atlet, penari, atau pendaki.
5) Kecerdasan Musikal (Musical)
Kemampuan untuk mengolah atau memanfaatkan sesuatu yang berkaitan dengan irama, nada, dan suara termasuk suara-suara yang bersumber dari alam. Individu yang memiliki kecerdasan musikal adalah orang yang sensitif terhadap bunyi, dapat mendengarkan bunyi-bunyian sebagai irama yang umumnya orang lain tidak mampu menangkapnya.
6) Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal)
Kemampuan untuk membaca, memahami, dan peka terhadap apa yang diperlihatkan orang lain secara verbal maupun nonverbal, mampu membaca perasaan, watak, serta temperamen orang lain.
7) Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal)
Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif (cepat menyesuaikan diri). Individu dengan kemampuan ini cenderung mudah dalam mengambil keputusan serta memahami tujuan hidup.
8) Kecerdasan Naturalistik (Naturalistic)
Kemampuan untuk berinteraksi dan sensitif terhadap alam, mampu memahami lingkungan alam dengan baik, dapat membedakan pola-pola yang terjadi di alam. Orang dengan kecerdasan ini sangat menyukai kegiatan di luar ruangan, bekerja, dan mengeksplorasi lingkungan.
9) Kecerdasan Eksistensial (Existential)
Kemampuan untuk menjawab persoalan-persoalan terkait eksistensi manusia serta memahami makna kehidupan. Individu dengan kecerdasan ini tipe pemikir, dapat melihat hal-hal yang terjadi sehari-hari dan mempertanyakan mengapa terjadi seperti itu atau apa yang menjadi penyebabnya.
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu (Syah, 2008). Minat terdiri atas minat individual dan minat situasional (Scheifele, dalam Santrock, 2010). Minat individual biasanya relatif lebih stabil bila dibandingkan dengan minat situasional. Minat individual melibatkan kemampuan yang individu miliki dan mendorongnya untuk melakukan suatu hal, misalnya peserta didik yang memiliki kemampuan dalam melukis mendorongnya untuk mengikuti kursus melukis. Adapun minat situasional melibatkan seberapa menarik situasi yang sedang berlangsung, misalnya seberapa menarik guru mengajar suatu pembelajaran sehingga menarik minat peserta didik untuk belajar.
Sifat-Sifat Khas Kepribadian Manusia adalah karakteristik individu yang membedakan antar satu orang dengan yang lainnya. Hal Ini mencakup berbagai aspek seperti ekstrovert, introvert, empati, kreativitas, kesetiaan, dan banyak lagi. Sifat-sifat ini membentuk dasar dari identitas individu. Adapun Sifat-Sifat kepribadian memengaruhi perilaku individu dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pilihan karier. Misalnya, seseorang yang ekstrovert dan suka berinteraksi sosial mungkin cocok bekerja di bidang pemasaran, public relations, atau pelayanan pelanggan. Sebaliknya, seorang introvert yang lebih suka bekerja sendiri bisa lebih cocok dalam bidang penelitian, analisis data, atau desain grafis.
Memahami nilai-nilai pribadi dapat membantu individu dalam memilih jalur karier yang sesuai dengan keyakinan dan tujuan hidup mereka. Contohnya seseorang memiliki nilai pribadi berupa membantu sesama maka pekerjaan yang cocok adalah yang bersifat sosial seperti menjadi guru, psikolog, perawat, dan pekerja sosial.
John W. Santrock mendefinisikan keterampilan sebagai kemampuan untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan tertentu yang dikembangkan melalui latihan dan pembelajaran. Keterampilan tidak hanya datang dari kemampuan bawaan namun juga karena proses belajar dan berlatih. Contoh keterampilan yang dapat menunjang karier masa depan seperti, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, keterampilan memasak dan lain-lain.
Referensi :
Gardner, M. (2011). Theories of Intelligence. Oxford Handbooks Online. doi:10.1093/oxfordhb/9780195369809.013.0035
Santrock, J. W. (2010). Educational psychology. McGraw-Hill Education.
Semiawan, C. (1987). Memupuk bakat dan kreativitas peserta didik sekolah
menengah petunjuk bagi guru dan orang tua. Jakarta: Gramedia.
Apa pokok permasalahan dari video tersebut?
Bagaimana tokoh tersebut menyelesaikan masalahnya?
3. Apa saran yang dapat kamu berikan terkait masalah pada video tersebut?
4. Jika kamu mengalami permasalahan yang sama, apa yang akan kamu lakukan?
5. Apa pelajaran yang dapat kamu ambil dari video tersebut?
6. Apa pentingnya mengenali diri?
7. Sebutkan apa saja manfaat mengenali diri!
8. Bagaimana cara untuk mengenali diri?
Siswa dapat mengisi link evaluasi setelah layanan bimbingan klasikal berakhir.